AYAT-AYAT LINGKUNGAN SERTA PEMAHAMANNYA TERHADAP KESEIMBANGAN LINGKUNGAN

 AYAT-AYAT LINGKUNGAN SERTA PEMAHAMANNYA TERHADAP 

KESEIMBANGAN LINGKUNGAN





DISUSUN OLEH :

Elfida Hayani 

MATA KULIAH : AYAT-AYAT DAKWAH DAN PEMBERDAYAAN PMI






UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

T.A. 2023/2024


Kata pengantar

Pertama-tama saya  panjatkan puja & puji syukur atas rahmat dan ridho Allah swt.karena tanpa rahmat dan ridhonya, saya tidak dapat menyelesaikan makalah ini dengan  baik dan selesai tepat waktu. Dalam makalah ini saya menjelaskan tentang “Ayat-ayat lingkungan serta pemahamannya terhadap keseimbangan lingkungan.

Mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan yang belum kami ketahui, maka dari itu saya mohon saran & kritik dari teman-teman maupun dosen. Demi tercapainya makalah yang sempurna.






t







 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Islam adalah agama yang memiliki misi dan ajaran yang universal: memberi rahmat untuk semesta alam (rahmatan lil ‘alamin) (QS. 21: 107)

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ١٠٧ 

Artinya :

“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Q.S Al Anbiyaa’ : 107)

Islam memiliki ajaran yang sistematis dan komprehensif tentang korelasi antara Allah, manusia dan alam. Dalam Islam alam adalah ciptaan dan anugerah. Karena diciptakan maka alam bersifat sempurna, teratur, dan bermakna. Alam sebagai anugrah dan rahmat yang tak mengandung cela dan disediakan untuk manusia. Tujuan diciptakannya alam agar manusia memungkinkan untuk melakukan amal shaleh dan mencapai kebahagiaan lahir batin. Apalagi semua ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia, sebagaimana firman-Nya : (QS.[3]:191) 


  ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١ 

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalamkeadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S Ali ‘Imran : 191)

1.2. Tujuan makalah

a. Memaparkan peran yang dimiliki dan harus dilakukan oleh manusia dalam melestarikan alam.

b. Meningkatkan sikap manusia dalam melestarikan lingkungan.


1.3 Rumusan Masalah

a. Bagaimana cara menjaga lingkungan didalam al-qur’an?

b. Bagaimana cara menjaga lingkungan ddalam hadist?













































BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lingkungan

Kehidupanmanusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

أَوَ لَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا نَسُوقُ ٱلۡمَآءَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡجُرُزِ فَنُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا تَأۡكُلُ مِنۡهُ أَنۡعَٰمُهُمۡ وَأَنفُسُهُمۡۚ أَفَلَا يُبۡصِرُونَ ٢٧ 


Artinya :

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?”(Q.S As-Sajdah : 27) 

Sebagaimana disebutkan juga di dalam hadis bahwa Allah sangat menyukai lingkungan

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu."(HR.Tirmizi).

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik.

Dikutip dari Kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Al Ghazali, Nabi SAW menjadikan kebersihan separuh dari keimanan. Beliau bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ.

Artinya: "Kesucian itu adalah setengah dari iman." (HR Muslim).

Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.


 2.3 Pengertian Lingkungan Hidup

Lingkungan atau sering disebut dengan lingkungan hidup adalah jumlah semua benda yang hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati. Adapun berdasarkan UU No. 32 tahun 2009,  lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk.

Kerusakan lingkungan hidup terjadi karena adanya tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung sifat fisik dan atau hayati sehingga lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Kerusakan lingkungan hidup terjadi di darat, udara maupun di air. Dalam surat Al-A’raaf ayat 56-58

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.  56


وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya : Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.


وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُون

Artinya  :Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. 


2.4 Kerusakan Lingkungan Hidup

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam

Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.

Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

a.  Letusan Gunung Berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.

Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:

  1. Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

  2. Lava panas, merusak, dan mematikan.

  3. Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup.

  4. Gas yang mengandung racun.

  5. Material padat (batuan, kerikil, pasir) dapat menimpa perumahan dan lain-lain.




  1. Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.

Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya berbagai bangunan roboh dan tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.

  1. Tanah longsor akibat guncangan.

  2. Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.

  3. Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).


  1. Angin Topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.

Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.

Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:

  1. Merobohkan bangunan.

  2. Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

  3. Membahayakan penerbangan.

  4. Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.


  1. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia

Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Tanggung jawab manusia untuk memelihara lingkungan hidup diulang berkali-kali, larangan merusak lingkungan dinyatakan dengan jelas. Peranan dan pentingnya air dalam lingkungan hidup juga ditekankan. Yang lebih penting lagi ialah peringatan mengenai kerusakan lingkungan hidup yang terjadi karena pengelolaan bumi dengan mengabaikan lingkungan sekitar. 

Melansir dari Fiqih Thaharah karya Ibnu Abdullah, Rasulullah mengatakan bahwa Allah SWT menjanjikan surga bagi yang membersihkan dahan pohon di jalanan. 

مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ

Artinya: "Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalani jalan, lalu ia berkata, "Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaummuslimin," maka Allah pun memasukkannya ke surga," (HR Muslim).








BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Lingkungan hidup memiliki 3 unsur penting yaitu Unsur hayati (biotik), Unsur Sosial budaya, dan Unsur Fisik (abiotik). Kehidupan manusia sangat memerlukan lingkungan yaitu sebagai tempat tinggal, sebagai tempat mencari makan, sebagai tempat beraktivitas dan sebagai tempat hiburan. Tetapi semuanya itu tidak dapat di lakukan jika lingkungan itu rusak, faktor yang membuat lingkungan itu menjadi rusak adalah faktor dari alam bahkan faktor dari manusia sendiri. Untuk itu kita harus melakukan berbagai upaya agar lingkungan kita bersih dan layak untuk di tempati.


DAFTAR PUSTAKA

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5746982/11-hadits-kebersihan-dalam-islam-terapkan-di-sekolah-yuk

Abdillah, Junaidi. “Dekonstruksi Tafsir Antroposentrisme: Telaah Ayat-Ayat Berwawasan Lingkungan.” Kalam 8, no. 1 (2014): 65–86.

Abidin, Ahmad Zainal, and Fahmi Muhammad. “Tafsir Ekologis Dan Problematika Lingkungan:(Studi Komparatif Penafsiran Mujiyono Abdillah Dan Mudhofir Abdullah Terhadap Ayat-Ayat Tentang Lingkungan).” QOF 4, no. 1 (2020): 1–18.

Dinda, Dinda, Sumardin Raupu, and Mawardi Mawardi. “Pengembangan Lembar Kerja Siswa Dengan Pendekatan Kontekstual Pada Subtema Manusia Dan Lingkungan Berbasis Ayat-Ayat Al-Qur’an.” Jurnal Basicedu 6, no. 6 (2022): 9356–68.

Marinda, Leny. “INTEGRASI AYAT-AYAT PEDULI LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU (Telaah Interkoneksi QS. Al Baqarah Ayat 30, QS. Ar Ruum Ayat 41 Dengan Materi Tema 3 Kelas IV Di SD/MI).” Al’adalah 22, no. 1 (2020): 83–98.

Masruri, Ulin Niam. “Pelestarian Lingkungan Dalam Perspektif Sunnah.” At-Taqaddum 6, no. 2 (2016): 411–28.

Melina, Dinda Stya. “Penafsiran KH. Bisri Musthofa Tentang Ayat-Ayat Pelestarian Lingkungan.” PhD Thesis, IAIN Ponorogo, 2021.

Nurhayati, Aisyah, Zulfa Izzatul Ummah, and Sudarno Shobron. “Kerusakan Lingkungan Dalam Al-Qur’an.” Suhuf 30, no. 2 (2018): 194–220.

Reflita, Reflita. “Eksploitasi Alam Dan Perusakan Lingkungan (Istinbath Hukum Atas Ayat-Ayat Lingkungan).” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 17, no. 2 (2015): 147–58.

Rodin, Dede. “Alquran Dan Konservasi Lingkungan: Telaah Ayat-Ayat Ekologis.” Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 17, no. 2 (2017): 391–410.

Zulfikar, Eko. “WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG EKOLOGI:(Kajian Tematik Ayat-Ayat Konservasi Lingkungan).” Qof 2, no. 2 (2018): 113–32.





















Komentar